Klasifikasi biaya produksi

November 23, 2008

Biaya langsung (direct cost)
Yaitu biaya yang berhubungan langsung dengan departemen yang bersangkutan. Ada dua macam biaya langsung :
1. Biaya tenaga kerja langsung
Misalnya : operator mesin bubut pada departemen mesin bubut.
2. Biaya material langsung
Misalnya : pembuatan furniture, bahan bakunya pipa.

Biaya tidak langsung (indirect cost) atau biaya overhead

Yaitu biaya yang manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan departemen yang bersangkutan. Contohnya : gaji manajer produksi merupakan biaya tidak langsung departemen produksi.


Production Cost

November 23, 2008

• BIAYA
merupakan segala sesuatu yang harus dikorbankan atau dikeluarkan untuk mencapai hasil tertentu / keuntungan bagi organisasi pada saat sekarang atau di masa yang akan datang. Segala sesuatu di sini dapat berupa benda, waktu, tenaga, maupun kesempatan.

• Sistem Biaya yang baik berguna untuk mengurangi distorsi biaya. Misalnya : sistem biaya yang baik dapat memastikan bahwa semua output diperlakukan sebagai produk dan semua biaya dikonsumsi pada proses produksi dapat secara akurat dibebankan pada produk-produk tersebut.

• Desain biaya yang optimal dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu :
1. Biaya pengukuran (cost measurement) ;
2. Tingkat persaingan (the level of competition) yang menyebabkan cost of error meningkat
3. Tingkat keanekaragaman bauran produk (the degree of product diversity).


Wawancara kerja …

November 9, 2008

Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.

*Padahal tinggal wawancara aja lo, kok gagal ya😦 Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini…

Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.
Wawancara psikologi punya banyak makna.

Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah *… conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself … Sedangkan menurut Weiner, * The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point…*
Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu.
Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang “berbeda”, meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.
Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.
Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.
Cocok berbobot
Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan * the right man in the right place *.

😉 buat para freshgraduate saya : pantang menyerah dalam bekerja dan berupaya membuka lahan kerja!


What is Plagiarism ?

October 26, 2008

I found this article from UNSW-learning centre. To my students who are going to start and design their final research this year, you need to read this carefully !

Plagiarism is using the words or ideas of others and presenting them as your own. Plagiarism is a
type of intellectual theft. It can take many forms, from deliberate cheating to accidentally copying from
a source without acknowledgement.

Whenever you use the words or ideas of another person in your work, you must acknowledge where
they came from. You can avoid plagiarism by following the suggestions outlined in this guide.

Common Form of plagiarism :

• Downloading an assignment from an online source and submitting it as your own work.

• Buying, stealing or borrowing an assignment and submitting it as your own work.

• Copying, cutting and pasting text from an electronic source and submitting it as your own work.

• Using the words of someone else and presenting them as your own.

Copying a section of a book or an article and submitting it as your own work (that is, without acknowledgement) is plagiarism.

• Using significant ideas from someone else and presenting them as your own

• Copying the written expressions of someone else without proper acknowledgment.

Quoting from a source ‘word for word’, without using quotation marks is plagiarism. Lifting sentences or
paragraphs from someone else, even with proper acknowledgment, gives the impression that the idea or
information comes from the source cited, but that the phrasing, the choice of words to express it, is your own contribution

Relying too much on other people’s material


SUCCESSFUL EMERGENCY RESPONSE PROCESS

October 26, 2008

The first step in the process of effectively handling an emergency is notification that an emergency situation exists. This information can come from one or more of three primary sources: alarm systems, verbally from other occupants, or from an individual’s senses. Automatic alarm systems provide the most rapid notification, allowing maximum escape time. Manual alarm systems help speed the notification of other
occupants once someone in the structure becomes aware of the emergency. The advantage of a manual alarm is the ability to rapidly notify all occupants in all areas of the building that an emergency exists. The major disadvantages of the manual alarm are:
– An individual must discover the emergency first, which delays warning to other occupants.
– The manual nature of the system means that an individual must take action to activate the alarm.
– If the person who discovers the emergency does not think of the alarm or decides that the emergency is        not significant enough to activate the alarm, another delay occurs.

Verbal notification of emergencies from one occupant to the next is acceptable only in limited circumstances. Small facilities with only a few employees may be able to make this work effectively. If a shout of “Fire!” cannot be heard throughout the entire facility, this method will not be effective. Detection of emergencies with human senses is the least desirable option. The abilities of occupants to sense the
presence of an emergency are considerably slower and more limited than an alarm system’s capabilities.

Once notification of an emergency situation has been made by any of the methods just described, the individual must recognize the need for action. This depends mostly on how great the individual perceives the threat to be. If the first impression of the fire alarm signal is “Oh, great, another false alarm,” the actions taken by the individual will be slow and not very effective. The opposite end of the perception scale is an “I’m going to die” reaction, which will not bring about the most effective action either. The latter reaction can lead to irrational behavior and taking action without thinking about the consequences. Ideally, occupants will recognize that a real threat is present but will remain calm enough to think through the actions necessary to escape safely. After an individual has been notified of an existing emergency, he/she must evaluate potential courses of action. The initial decision can be divided into three categories of action:
(1). The person can stay where he/she is and wait for help. (2). He/she can exit in a number of directions.
(3). The occupant can attempt to control the emergency.

Before the person can select a course of action, he/she must have examined the available options. This is one of the key areas which requires training. To evaluate emergency situations effectively, occupants need information about the impact different circumstances will have on their ability to escape. Normally, an individual on an upper floor of a building would use the elevator to go to the ground floor. During a fire, this could be a disastrous choice. Without the knowledge that this potential escape route carries great risk, the person cannot evaluate it properly. Once the choices have been evaluated, the individual must select the most appropriate course of action. As soon as the decision to wait, escape, or try to control the emergency has been made, the occupant must identify choices available to him/her in the category that has been selected. If an escape is to be attempted, he/she must identify the accessible escape routes. Several will usually exist, but not all of them will provide a safe means of escape. Once the options have been analyzed, the individual must select the one that offers the greatest chance of successful escape. To make a successful escape, he/she must identify and reach an exit access, travel through the exit access to the
exit, leave the structure via the exit, and take appropriate action once outside the structure.
If the individual decides that the most effective strategy is to wait for help to arrive, he/she must secure the waiting area to the greatest extent possible. This means limiting the potential for the entrance of smoke, fire gases, and heat. The occupant must confirm that someone in a position to help knows that he/she is waiting for help, the exact location, and the current conditions. If he/she decides to attempt to control the emergency, several items must be evaluated. The fire must be small enough to be easily extinguished. The individual must have access to a means of control, such as a fire extinguisher, and the skills to use it. He/she must consider whether an attempt to control the fire will eliminate other lifesaving options. For example, if the fire is close to the only exit from the area, any attempt to control the fire may allow it to grow enough to block the exit. Smoke and fire gases can also become life threatening in a short time. If all of these decisions have been made carefully, the occupant should be able to select those actions which provide the greatest chance for survival.

You can rad the Full text body from : Schroll R.C. , Industrial Fire Protection Handbook,  2ndEd🙂


Antivirus Gadungan masuk Indonesia

October 25, 2008

Saya baca artikel ini di detik dot com, karena urgent…ada baiknya saya post dsini🙂

(Detik 21/10) Jika Anda menerima e-mail dari UPS (United Parcel Service), sebaiknya jangan dibuka. Pasalnya, komputer Anda bisa terinfeksi Antivirus Gadungan, yang istilahnya dikenal sebagai Rogue Scanner, Advance Antivirus atau Scamware.

Di dalam e-mail terdapat file lampiran (attachment) dengan nama “UPS_letter.zip”, yang di dalamnya berisi sebuah file virus berukuran 42 KB yang memiliki ekstensi ganda yaitu UPS_letter.doc.exe, dan menggunakan icon word.

Jika file attachment tersebut dibuka, otomatis file virus yang terdapat pada attachment akan tereksekusi dan membuat beberapa file virus pada komputer. Virus akan mulai beraksi dengan memberikan sebuah pesan palsu yang menyerupai program Windows, yang seolah-olah memberitahu bahwa di komputer Anda terdapat spyware/virus.

Virus ini lalu akan ‘memaksa’ Anda untuk mengklik link yang dituju, kemudian akan terdownload file instalasi antispyware palsu secara otomatis, yang secara otomatis pula akan menginstal dirinya. Antispyware palsu ini akan mendownload beberapa file virus berikut file instalasi antispyware.

Selanjutnya virus akan menginstal program antispyware palsu yaitu “XP AntiSpyware 2009”. Program ini tidak jauh berbeda seperti halnya program antispyware lain, karena program ini akan terinstal pada C:\Program Files, muncul di Start Menu dan desktop sebagai shortcut, muncul di taskbar dalam bentuk icon dan terdaftar pada Add Remove Program. Bedanya adalah program ini bukan antispyware, melainkan spyware.

Untuk meyakinkan korbannya mendownload lebih banyak spyware lagi, ia akan menjalankan aksinya menampilkan pesan ‘seram’ bahwa komptuer Anda terinfeksi virus-virus dengan resiko tinggi.

Setelah terinstal, program antispyware palsu akan menjalankan aksinya dengan melakukan scanning palsu dan menampilkan pesan palsu. Setelah selesai menjalankan aksinya, virus akan memberikan report palsu dan meminta Anda untuk melakukan register program antispyware palsu tersebut.

Jika Anda tidak ingin melakukan register, maka program akan menampilkan pesan infeksi virus secara terus menerus, dan virus akan terus menambah atau mendownload file virus.

Be careful prends…😦


RSS apaan sih?

October 25, 2008

Salah satu terminologi yang tergolong paling sering muncul di dunia pemasaran Internet saat ini adalah RSS. Apakah itu? Apa pula manfaatnya bagi pemasaran online? RSS merupakan singkatan dari RDF Site Summary atau Rich Site Summary. RSS adalah sebuah format programming web berbasis XML yang dapat dipakai pemilik web untuk melakukan sindikasi isi web.

Gampangnya, jika kita punya isi web yang diperbarui setiap saat, maka situs web lain dapat secara otomatis mendapatkan update isi web kita hanya dengan menempelkan program RSS situs web yang ada di situs kita.

Apa saja yang dapat disindikasikan melalui RSS? Banyak, antara lain berita, kalendar kegiatan, artikel, project update, hingga forum diskusi.

Apa manfaatnya untuk pemasaran online? Semakin banyak situs lain yang memasang RSS situs web kita, maka semakin banyak yang menyebarkan informasi situs web kita. Mereka memasang RSS tanpa minta biaya. Inilah salah pemasaran gratis via web.

Tentu, untuk menarik minat situs lain memasang RSS situs kita, dibutuhkan daya tarik. Biasanya, jika situs kita dipenuhi dengan informasi menarik yang diperbaui setiap saat, maka akan ada pihak lain yang tertarik menampilkan isi web kita di web mereka melalui RSS.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.