Good & Bad Sign in interview…just a thought

April 11, 2008

Proses menunggu wawancara memang tidak menyenangkan. Jika jeli, sebenarnya ada tanda-tanda yang terlihat apakah wawancara berlangsung sukses atau gagal.

1. Berlangsung lama
Jika proses wawancara berlangsung lebih dari 30 menit apalagi sampai lebih dari jam, berarti Anda sangat dipertimbangkan untuk mengisi posisi itu.

2. Banyak bertanya
Si pewawancara aktif mengajukan pertanyaan seputar Anda dan riwayat pekerjaan Anda. Ini juga sinyal bagus, karena banyak bertanya tentang diri Anda mengindikasikan banyak informasi yang ingin mereka gali dari Anda.

3. Suasana nyaman
Suasananya cair, Anda tidak seperti sedang berada dalam situasi wawancara yang kerja yang kaku. Pewawancara pun terlihat lebih rileks. Ini menjadi sinyal positif dia merasa cocok atau nyaman, sehingga Anda dianggap bisa bekerja sama.

4. Umpan balik
Secara verbal pewawancara memberikan umpan balik. Misal, mengucap” saya tidak menyangka Anda mempunyai kemampuan itu.” Sedangkan umpan balik secara fisik diperlihatkan dari kontak mata, tersenyum, memberikan dorongan, mengangguk, dan ekspresi wajah yang memperlihatkan persetujan dan pemahaman.

5. Nego gaji
Saat wawancara pertama, sudah terjadi negosiasi. Padahal biasanya negosiasi gaji terjadi pada saat wawancara berikutnya. Setelah wawancara pertama dianggap lolos.

6. Kepastian waktu
Biasanya jika mereka tertarik pada Anda, di akhir wawancara mereka memberi kepastian waktu kapan Anda akan dikabari lagi, misal, dengan mengatakan “dalam dua- tiga hari ini kami akan menghubungi Anda”.

7. Menanyakan kesiapan
Pewawancara tidak menyuruh Anda menunggu, melainkan langsung bertanya kesiapan Anda bergabung bersama mereka. Jika statement ini keluar dari mulut pewawancara, sembilan puluh lima persen keberhasilan wawancara sudah berada di tangan Anda.

Bad Signs
1. Wawancara singkat
Mereka tidak akan berlama-lama melakukan wawancara jika dianggap kualifikasi Anda kurang cocok dengan posisi yang dilamar.

2. Menunjukkan keraguan
Contoh bahasa tubuh ragu-ragu, mencondongkan tubuhnya ke belakang dengan tungkai disilangkan dan lengan dilipat, atau menggaruk-garuk hidung.

3. “Nanti dikabari”
Kalimat “Nanti kami kabari lagi,” merupakan ungkapan penolakan yang halus.


KeadiLan…

February 26, 2008

Seorang putera Raja yang baru berumur 7 tahun mengadu kepada Penasehat Kerajaan khusus untuk putra-putri Raja.

“Saya merasa diperlakukan tidak adil,” katanya.”Siapa yang memperlakukanmu tidak adil, anakku?” kata Sang Penasehat menanggapi putera Raja itu.

“Raja!” jawabnya singkat.

“Apa yang engkau rasakan sebagai ketidak-adilan? ” kata Sang Penasehat.

“Raja selalu membeda-bedakan pemberiannya kepadaku dan adikku!” kata putera Raja itu masih dengan emosi.

“Jadi, menurutmu?” lanjut Sang Penasehat.

“Supaya adil, Raja harus memberikan barang yang sama kepada kami berdua!” katanya, “Kemarin Raja menghadiahi adikku kuda putih sedangkan aku kuda cokelat biasa! “

Sang Penasehat tersenyum saja mendengar “protes” putera Raja yang masih belia itu. Namun demikian dengan bijak ia menanggapi, “Baik, nanti Paman akan membicarakannya dengan Baginda, anakku,” kata Sang Penasehat.Singkat cerita, Raja kemudian mengikuti nasehat yang diberikan Penasehat Khusus putera-puteri Raja itu dengan selalu memberikan barang yang sama untuk kedua puteranya.

Setelah sekian lama berlangsung, putera Raja itu kembali datang menemui Sang Penasehat dan berkata, “Ini tidak adil!” katanya.

“Apalagi anakku?” kata Sang Penasehat.

“Saya dihadiahi celana yang ukurannya sama dengan adikku! Bagaimana aku bisa memakainya?! ” katanya emosi, sementara Sang Penasehat tersenyum tenang.

“Jadi anakku, menurutmu keadilan itu apa sekarang?”

“Raja harus memberikan ukuran celana yang sesuai dengan ukuran masing-masing! ” katanya ketus.

“Jadi, itu keadilan?”

“Iya!” jawab putera Raja itu.

Sambil memeluk anak itu, Sang Penasehat itu berkata, “Anakku, sejauh kamu masih mencari dan mempertanyakan soal keadilan, maka kamu tidak akan pernah menemukannya.

*
Keadilan itu bukan dikejar atau diberikan, keadilan akan ada kalau semua orang bersama-sama menciptakannya. ..
*
Keadilan tidak datang kalau engkau hanya melihat kepentingan diri sendiri …
*
Keadilan akan hadir hanya kalau semua orang membuka hatinya untuk memikirkan orang lain juga…